Apa itu Semantic Search? Cara Optimasi SEO Semantic Search

Semantic Search adalah proses pengambilan informasi yang digunakan oleh mesin pencari untuk memberikan hasil pencarian yang paling relevan.Jadi, semantic search ini berfokus pada apa makna di balik permintaan dalam pencarian kata kunci yang diketikkan pengguna di pencarian.Apa itu Semantic Search

1. Pengguna seringkali tidak menggunakan bahasa yang sama dengan Konten yang diinginkan

Terkadang saat pengguna menuliskan sebuah kata kunci di bilah pencarian, kata kunci tersebut seperti memiliki makna ganda, sehingga hal ini akan memunculkan banyak hasil penelusuran.Apa itu Semantic Search

2. Banyak pencarian informasi dengan maksud ambigu

Sekitar 40% kata bahasa inggris yang memiliki makna lebih dari satu. Istilah ini dikenal dengan polisemi. Polisemi menjadi hal yang perlu dioptimalkan pada semantic search ini.Apa itu Semantic Search

4. Kebutuhan untuk Memahami Minat dan Tren

Mari kembali ke contoh soal “python”. Jika mencari kata ini, kita memang mendapatkan semua hasil yang berhubungan dengan bahasa pemrograman.Apa itu Semantic Search

Google terus mendorong pembaruan algoritma dan teknologi yang semakin meningkatkan kemampuannya dalam memahami bahasa alami dan maksud di penelusuran.

Berikut empat hal yang menjadikan perkembangan pada semantic search :

1. Knowledge Graph

Google Knowledge Graph dirilis pada tahun 2012 sebagai basis pengetahuan tentang entitas dan hubungan di antara mereka.Singkatnya, ini adalah teknologi yang memulai dan memungkinkan peralihan dari pencocokan kata kunci ke pencocokan semantik.

2. Humming Bird

Kembali ke tahun 2013, Google meluncurkan algoritma pencarian yang disebut Hummingbird untuk memberikan hasil pencarian yang lebih baik. Algoritma ini dapat membantu menangani permintaan pencarian kata kunci yang memiliki tingkat kerumitan yang kompleks.

3. RankBrain

Algoritma RankBrain dibuat untuk memecahkan permasalahan dalam LSI atau Latent Semantic Indexing. Latent semantic indexing adalah sebuah cara bagi mesin pencari dalam memahami maksud dan isi dari konten website itu sendiri.

1. Targetkan Topik

Targetkan topik yang ingin Anda sajikan pada konten secara lebih mendalam. Penargetan ini bermanfaat dalam memperkaya kata kunci di dalam konten Anda.

2. Sesuaikan dengan Search Intent

Sebelum Anda menjabarkan topik-topik konten yang akan dibuat, Anda dapat melakukan analisa terhadap halaman-halaman website mana saja yang memiliki peringkat teratas yang sesuai dengan maksud pencarian (search intent).

3. Gunakan Semantic HTML

Semantic HTML menambahkan kode pada halaman website seperti blok navigasi, header, footer, tabel, atau video.

Lalu, HTML5 menyediakan elemen-elemen yang selaras dengan semantik dan sudah digunakan sebagian besar pada tema CMS Modern. Kalau website Anda tidak memiliki fitur ini, Anda dapat menambahkan plugin yang dapat Anda gunakan.

4. Gunakan Schema Markup

Schema markup adalah cara tambahan untuk menandai halaman pada website Anda.  Hal ini juga disebut sebagai data terstruktur yang dapat dijelaskan sebagai kerangka kerja semantik untuk website.

5. Bangun Brand 

Di antara semua tips tentang menyesuaikan teknik SEO dengan semantic search, “bangun brand” adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Hal ini karena membangun brand tidak serta merta langsung jadi, karena membangun brand membutuhkan waktu dan “effort”  yang luar biasa.

6. Bangun Relevansi melalui Link

Link merupakan salah satu indikator relevansi pertama. Jika konten halaman web A ditautkan ke konten halaman web B, mereka bisa dianggap saling terkait.

Related Article :

alibaba cloud dukung transformasi digital melalui layanan cloud computing bagi pelaku bisnis

 

Tinggalkan Balasan