Menaker: Aturan Lama Masih Berlaku, Pencairan JHT Tidak Perlu Tunggu Pensiun

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berkata, aturan pencairan jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan waktu ini mengacu di aturan lama , yakni Permenaker angka 19 Tahun 2015.Aturan Lama Masih Berlaku

Pasalnya, beleid baru, yakni Permenaker angka 2 Tahun 2022 yg rencananya berlaku pada 4 Mei 2022 mendatang saat ini masih dalam proses revisi dan belum berlaku efektif.
buat itu, pekerja atau buruh yg ingin melakukan klaim JHT dapat menggunakan acuan Permenaker lama , termasuk bagi pekerja yg terkena PHK atau mengundurkan diri. “Perlu saya sampaikan kembali bahwa Permenaker usang (No. 19/2015) saat ini masih berlaku serta masih sebagai dasar bagi sahabat-teman pekerja/buruh buat melakukan klaim JHT.Aturan Lama Masih Berlaku

tidak terkecuali bagi yg ter-PHK juga mengundurkan diri tetap bisa klaim JHT sebelum usia purna tugas,” kata Ida seperti dikutip dari berita tertulisnya, Rabu (2/3/2022).mirip diketahui, pada Permenaker 2/2022, JHT baru mampu dicairkan secara penuh oleh peserta pada usia 56 tahun atau saat purna tugas. Aturan Lama Masih Berlaku

sementara itu, di Permenaker 19/2015 menyebut manfaat JHT jua mampu dicairkan bagi peserta yg berhenti kerja. Kategori peserta yg berhenti kerja tadi termasuk di dalamnya peserta mengundurkan diri, peserta terkena PHK, dan peserta yang meninggalkan Indonesia buat selama-lamanya. Peserta mampu mencairkan secara tunai serta sekaligus selesainya melawati masa tunggu 1 bulan terhitung semenjak lepas berhenti kerja atau PHK.Aturan Lama Masih Berlaku

Ida pun menyebutkan, ketika ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) masiih dalam proses revisi Permenaker dua/2022. menurut Ida, ketentuan ihwal JHT di revisi Permenaker tersebut akan diadaptasi menggunakan aturan usang serta dipermudah.

Related Article :

pentingnya ormawa dalam mencetak generasi emas

Tinggalkan Balasan