Zebra Technologies Tawarkan Empat Solusi Berbasis Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Visibilitas Operasional

Visibilitas operasional yang menyeluruh dan berbasis artificial intelligence dapat menjadi salah satu “senjata” ampuh bagi perusahaan dan organisasi dalam menghadapi aneka tantangan baru di era pascapandemi.Zebra Technologies Tawarkan Empat Solusi Berbasis Artificial Intelligence 

Di tengah lingkungan on-demand economy, perusahaan dituntut mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan cepat. Di sisi lain, perusahaan juga harus memerhatikan kenaikan upah pekerja di tengah disrupsi dan agenda digitalisasi. Zebra Technologies Tawarkan Empat Solusi Berbasis Artificial Intelligence 

Dari perspektif Zebra Technologies (Zebra), jawaban dari tantangan tersebut adalah perlunya organisasi dan perusahaan memiliki visibilitas operasional yang menyeluruh. Hal itu dicapai melalui digitalisasi dan otomatisasi workflow dengan dukungan berbagai teknologi terkini, di antaranya artificial intelligence.Zebra Technologies Tawarkan Empat Solusi Berbasis Artificial Intelligence 

“Zebra mempunyai empat solusi utama yang berbasis artificial intelligence. Yang pertama adalah machine vision, yang dapat digunakan untuk keperluan inspeksi atau product recogntion, misalnya mengenali produk jenis tertentu di rak, “ jelas Chief Technology Officer, Zebra, Tom Bianculli dalam sebuah wawancara khusus di Nusa Dua, Bali dikutip dari Info Komputer. Zebra Technologies Tawarkan Empat Solusi Berbasis Artificial Intelligence 

Solusi ini mengombinasikan machine vision smart camera dan fixed industrial scanner untuk melakukan tracking & tracing dan inspeksi kualitas. Akuisisi Zebra terhadap perusahaan Polandia, Adaptive Vision, di tahun 2021 memperkuat solusi ini dengan kemampuan computer vision deep learning.

Zebra juga memadukan voice dengan artificial intelligence untuk memungkinkan pengguna dan perangkat berkomunikasi dalam format percakapan dengan bahasa yang benar-benar natural. Melalui “percakapan” dengan perangkat ini, para pekerja di gudang atau gerai retail dapat bertanya dan mencari informasi mengenai produk.

“Kami integrasikan teknologi bot pada experience atau pengalaman yang akan kami sajikan kepada pelanggan,” jelas Tom.

Solusi artificial intelligence lainnya berupa sistem untuk mengorkestrasi berbagai elemen dalam ekosistem Industry 4.0, Zebra Aurora.

Ketika menerapkan Industry 4.0, sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan berbagai solusi, seperti robot, kamera-kamera pintar, scanner, dan lain-lain, serta pekerja manusia. Zebra menyiapkan sistem untuk mengotomatisasi proses yang dikerjakan oleh berbagai solusi tersebut.

“Misalnya, machine vision fixed industrial scanner mendeteksi item dan memicu robot mengambil serta membawa item tersebut ke tempat pengemasan. Ketika item itu datang, sistem memberitahu printer untuk mencetak label untuk item tersebut. Kemudian orang yang bekerja di tempat pengemasan akan memperoleh semua informasi tentang paket tersebut dan menyelesaikan proses pengemasan,” papar Tom.

Zebra juga mengembangkan sensor AI, seperti smart tag, smart sensor yang mendeteksi kondisi lingkungan di sekitar produk, misalnya hasil bumi.

“Ketika kita bisa tahu pada suhu berapa hasil bumi itu sudah terpapar, kita bisa lakukan mitigasi, kita bisa optimalkan umur simpan atau shelf life hasil bumi tersebut,” papar Tom Bianculli.

Ia juga menceritakan, ada beberapa pelanggan yang menggunakan visibilitas melalui sensor AI ini untuk mengoptimalkan harga barang-barang yang tergolong perishable atau mudah rusak sebelum barang tersebut rusak.

Related Article :

Permudah layanan bagi umkm koinworks jalin kolaborasi dengan google clould Indonesia

Permudah Layanan Bagi UMKM, KoinWorks Jalin Kolaborasi dengan Google Cloud Indonesia

KoinWorks, neobank untuk UMKM pertama di Indonesia, mengumumkan kerja sama dengan Google Cloud Indonesia untuk menyediakan layanan Google Workspace di aplikasi KoinWorks.KoinWorks Jalin Kolaborasi dengan Google Cloud Indonesia

Dengan adanya kolaborasi ini, pelaku UMKM dapat melakukan pembayaran untuk layanan Google Workspace yang mereka pilih melalui KoinBill, fitur pembayaran tagihan secara daring yang terdapat pada KoinWorks NEO.KoinWorks Jalin Kolaborasi dengan Google Cloud Indonesia

“Kami selalu berupaya untuk mengembangkan produk dan layanan yang dapat membantu UMKM dalam menjalankan bisnis sehari-hari,” kata Chief Product Officer KoinWorks Aditya Chintawar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.KoinWorks Jalin Kolaborasi dengan Google Cloud Indonesia

Layanan yang akan hadir pada akhir Maret ini menjadi terobosan dalam penyediaan akses terhadap perangkat digital untuk produktivitas UMKM, seperti akses ke email profesional, dokumen kolaborasi, rapat melalui video, hingga penyimpanan data berbasis cloud, yang lebih mudah dan terjangkau tanpa menggunakan kartu kredit.KoinWorks Jalin Kolaborasi dengan Google Cloud Indonesia

Fasilitas tersebut juga dapat memberikan ruang kolaborasi bagi UMKM sehingga memudahkan operasional bisnis sehari-hari.

Aditya menyebutkan KoinWorks menyambut dan menghargai kolaborasi dengan entitas lain yang mempunyai misi yang sama. Ke depannya, KoinWorks akan terus menyediakan inovasi di aplikasi KoinWorks, seperti Google Workspace, yang memungkinkan UMKM untuk memisahkan akun bisnis dan personal mereka sehingga aktivitas bisnis dapat lebih profesional, fokus, dan terperinci.

Kebutuhan UMKM akan perangkat kerja digital tidak terlepas dari perkembangan teknologi saat ini. Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan sebanyak lebih dari 20 juta UMKM sudah go digital di tahun 2022.

Dengan demikian, penetrasi UMKM ke ekosistem digital perlu didukung dengan perangkat kerja digital yang dapat meningkatkan kinerja UMKM secara signifikan. Hingga saat ini UMKM masih memiliki keterbatasan dalam memperoleh fasilitas tersebut, salah satunya karena penetrasi kartu kredit yang masih rendah, sehingga KoinWorks dan Google Cloud Indonesia hadir untuk menjawab tantangan ini.

Berdasarkan data Google Cloud Indonesia, Google Workspace memiliki 3 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, yang membuktikan perangkat tersebut memberikan kegunaan yang bernilai untuk semua jenis bisnis, mulai dari perusahaan yang terdaftar Forbes Next Billion Dollar Companies, hingga bisnis mikro di negara berkembang.

Sementara itu, Digital Native Sales Google Cloud Indonesia Ardi Setyadi menjelaskan fitur lain dari Google Workspace yang dapat membantu UMKM yakni para pelaku usaha dapat menghubungkan domain profesional dengan Google Workspace untuk meningkatkan kredibilitas usaha mereka.

“Selain itu, fitur pencarian yang terintegrasi mempermudah pengguna mencari dan mendapatkan informasi dengan cepat termasuk dari perangkat mobile, misalnya mencari tagihan untuk pelanggan yang tersimpan di email,” tambah Ardi.

Untuk mengakses layanan Google Workspace melalui KoinWorks, pelaku UMKM cukup mendaftarkan akun bisnis dan akun NEO di aplikasi KoinWorks. Setelah pendaftaran berhasil, pengguna dapat menuju halaman KoinBill dan memilih Google Workspace untuk dilanjutkan ke proses transaksi.

Dengan basis pengguna KoinWorks NEO yang saat ini mencapai lebih dari 100 ribu UMKM, KoinWorks optimis dapat mendorong inklusivitas dalam ekosistem digital sehingga dapat memberdayakan lebih banyak UMKM melalui penyediaan layanan Google Workspace di fitur KoinBill.

Related Article :
Global data predeksi teknologi artificial intelligence dapat mendorong perkembangan kendaraan swakemudi

 

GlobalData Prediksi Teknologi Artificial Intelligence Dapat Mendorong Perkembangan Kendaraan Swakemudi

Artificial intelligence (AI) dan data real time diprediksi GlobalData akan mendorong fase pengembangan awal kendaraan swakemudi (autonomous vehicle/AV).GlobalData Prediksi Teknologi Artificial Intelligence

Kendaraan swakemudi kini tengah beralih dari uji virtual ke fase pengembangan awal terutama di sektor-sektor komersial, seperti jasa ride hailing, logistik, dan retail mobile. GlobalData mengungkapkan, baik kendaraan di sektor consumer dan komersial akan memanfaatkan data real time untuk membuat simulasi dan memahami bagaimana artificial intelligence merespons situasi yang tak bisa diprediksi. GlobalData Prediksi Teknologi Artificial Intelligence

“AV fokus pada penggunaan algoritma tingkat lanjut (advanced) dan teknologi penginderaan (sensing) untuk meningkatkan pengelihatan (vision), radar, Light Detection & Ranging (LiDAR), serta sistem kontrol kendaraan,” jelas Manish Dixit, Practice Head, GlobalData dikutip dari infokomputer.grid.id, Rabu. GlobalData Prediksi Teknologi Artificial Intelligence

Menurutnya, AI berperan dalam membantu perencanaan dan prediksi jalur (yang akan dilalui kendaraan) untuk memperkirakan perilaku kendaraan lain dan pejalan kaki. AI juga akan membantu di sisi predictive maintenance sehingga akan mengurangi downtime dan biaya pemeliharaan kendaraan swakemudi. GlobalData Prediksi Teknologi Artificial Intelligence

Sementara Prathyusha Paruchuri, Senior Disruptive Tech Analyst, GlobalData, melihat bahwa  AI merupakan bagian integral dalam fungsi-fungsi AV, mulai dari observasi dan pengambilan keputusan hingga kontrol dan supervisi.

“AI tidak saja mengurangi kepadatan lalu lintas dan mengoptimalkan rute perjalan, tapi juga mengeliminasi intervensi manusia dalam mengemudi. Namun, AI masih perlu mengatasi tantangan dalam hal keamanan dan keandalan AV serta meningkatkan performa kendaraan secara keseluruhan,” Prathyusha juga mengingatkan.

Seperti diketahui, seiring merebaknya wabah  COVID-19 dan perlambatan ekonomi serta pendanaan global berujung pada penghentian sementara banyak uji coba AV.

Selain itu, biaya investasi yang tinggi, kurangnya profitabilitas, dan waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan AV menyebabkan banyak pemain memutuskan untuk hengkang dari bisnis ini. Misalnya, Uber menghapus unit AV-nya pada akhir tahun 2020, dan usaha patungan Argo.ai antara Ford dan VW dibubarkan pada tahun 2022.

Selanjutnya, perusahaan seperti Tesla, Waymo, dan Baidu ingin memproduksi kendaraan yang lebih aman dan andal.

Laporan terbaru GlobalData, “Digital Innovation Case Studies in Automotive,” menyoroti implementasi teknologi artificial intelligence dengan use case yang nyata dan menilai laba atas investasi (return on investment) dari industri ini. Dan inilah beberapa contoh nyata pemanfatan artificial intelligence oleh pabrikan otomotif dalam menggeliatkan kembali aktivitasnya di bidang AV.

AI untuk Pangkas Time-to-Market, Continental AG, sebuah perusahaan penyuplai sukucadang otomotif yang berbasis di Jerman, bekerja sama dengan NVIDIa sebagai penyedia AI dan storage IBM Spectrum.

Kolaborasi ini menghadirkan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang menggunakan deep learning dan artificial neural networks untuk mengembangkan sensor cedas dan solusi traffic safety yang berbasis data (data-driven).

Sistem ini diklaim dapat meningkatkan AI training sampai dengan 70% dan mengurangi waktu latihan dari hitungan minggu ke hari.

BMW Group menggandeng DXC Technology, perusahaah penyedia layanan TI dan konsultasi, untuk bisa secara efektif mengakses dan menganalisis data dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan meningkatkan algoritma driving pada kendaraan swakemudi.

Platform ini dapat menghadirkan ruang simpan hingga 230 petabyte dan membangun kapasitas pemrosesan yang memadai untuk melakukan simulasi terhadap data uji 240 juta kilometer dalam waktu hanya tiga bulan.

Teknologi AI juga dapat tingkatkan efisiensi operasional, salah satu penyedia teknologi yakni Splunk, digandeng Honda Manufacturing of Alabama (HMA) untuk mengimplementasikan solusi machine learning.

Splunk mengeklaim bahwa solusi machine learning-nya memungkinkan HMA mengakses data yang tepat dan memangkas mean time to repair (MTTR) hingga 70%. Sebagai informasi, HMA merupakan fasilitas produksi terbesar Honda untuk truk ringan (light truck).

“Penggunaan AI dan machine learning mengubah kendaraan menjadi sistem yang cerdas dan dapat menyesuaikan diri (adaptable). AV juga menyematkan cyber security untuk melindungi data penumpang dari aktivitas berbahaya.

Pabrikan sekarang fokus pada generative AI yang menggunakan data pelatihan sintetik untuk melakukan pengujian virtual dalam lingkungan yang terkendali, yang dapat melatih AV mereka dengan lebih efisien dan efektif.

Related Article :

Nvidia sebut perkembangan teknologi cloud dan jaringan 5g dorong pertumbuhan industry game mobile

Nvidia Sebut Perkembangan Teknologi Cloud dan Jaringan 5G Dorong Pertumbuhan Industri Game Mobile

Nvidia memperkirakan perkembangan cloud dan 5G mengubah sektor game mobile, membuka pengalaman di smartphone yang sebelumnya merupakan domain PC dan konsol khusus.Nvidia Sebut Perkembangan Teknologi Cloud dan Jaringan 5G

Menurut Director of Global Ecosystem and Business Development for AI, Edge and Accelerated Computing Nvidia, Joao Kluck Gomes, smartphone saat ini merupakan segmen terbesar dari pasar game, tetapi judul yang tersedia biasanya sederhana dan kuno karena keterbatasan handset.Nvidia Sebut Perkembangan Teknologi Cloud dan Jaringan 5G

Gomes menyebutkan bahwa cloud dan 5G akan menghadirkan “gameplay 4K fotorealistik dengan respons cepat” ke perangkat mobile, bersamaan dengan meletakkan dasar untuk konten metaverse.Nvidia Sebut Perkembangan Teknologi Cloud dan Jaringan 5G

Gomes menjelaskan cloud streaming menggabungkan “AI dan menghitung grafik untuk mengaktifkan ruang virtual yang dinamis, interaktif, dan imersif”, mengutip aplikasi potensial untuk operator di luar game, dengan pemain otomotif termasuk BMW dan Mercedes-Benz di antara bisnis yang menggunakan pendekatan untuk membuat “replika waktu nyata pabrik mereka untuk melatih robot dengan cepat pada tugas-tugas baru dan bahkan membuat kembaran digital dari jaringan 5G”.

Pakar percaya cloud gaming sekarang setara dengan PC atau konsol gaming khusus, meskipun mengakui pengalaman di layar besar dengan koneksi serat “berbeda dari bermain dengan smartphone karena beberapa game tidak sesuai dengan layar kecil dan kontrol layar sentuh yang terbatas”.

Melansir dari Selular.id, Smartphone gaming khusus termasuk dari Razer membantu mengatasi batasan yang masih ada dan Gomes mencatat bahwa ide mobile gaming pada akhirnya bisa menjadi literal, dengan chip dipasang di kendaraan otonom untuk memungkinkan orang bermain saat mereka bepergian.

Related Article:

Dorong pertumbuhan industry cerdas nokia manfaatkan teknologi aid an keamanan siber

 

Dorong Pertumbuhan Industri Cerdas, Nokia Manfaatkan Teknologi AI dan Keamanan siber

Nokia terus berupaya mendorong tumbuhnya industri cerdas dengan mengumumkan integrasi aplikasi canggih industri baru yang dikembangkan oleh pemain TI utama ke dalam portofolionya, sebuah langkah yang diklaim akan mendukung IoT, analitik AI, dan keamanan siber.Nokia Manfaatkan Teknologi AI dan Keamanan siber

Dalam sebuah pernyataan, Nokia merinci penambahan layanan edge industri termasuk alat yang dikembangkan oleh pelanggan Kyndryl, Palo Alto dan Litmus, yang akan memberi vendor sistem keamanan canggih untuk mencegah dan memantau ancaman dunia maya dan platform data edge yang dibuat khusus untuk kasus penggunaan Industri 4.0. Nokia Manfaatkan Teknologi AI dan Keamanan siber

Selain kedua produk tersebut, Nokia akan menggunakan teknologi AI yang dikembangkan oleh perusahaan IT Atos untuk “meningkatkan kualitas dan produktivitas di lingkungan manufaktur” melalui analitik video real-time, bersama dengan edge computing dan perangkat lunak streaming data oleh Crosser.Nokia Manfaatkan Teknologi AI dan Keamanan siber

Penawaran baru ini dirancang untuk mendukung klien bisnis terhubung, mengumpulkan, dan menganalisis data dengan aman saat menggunakan layanan tepi di tempat, catat vendor, menambahkan aplikasi akan mendorong integrasi data yang lebih baik.Nokia Manfaatkan Teknologi AI dan Keamanan siber

Langkah ini dibangun di atas kolaborasi yang sudah ada dengan spin–off IBM dan Kyndryl karena keduanya bertujuan untuk membantu pelanggan industri “mencapai konektivitas nirkabel berkinerja tinggi di lingkungan yang sangat penting.”

Stephan Litjens, VP solusi perusahaan Nokia, mengatakan integrasi aplikasi ini ke dalam penawarannya akan “membuka kunci data teknologi operasional dari silo mereka sambil mempertahankan keamanan dan privasi data, yang dibutuhkan oleh lingkungan yang berat aset dan sangat penting untuk transformasi digital.

Related Article :

5 Teknologi ini di prediksi akan jadi tren di 2023 dukung kebutuhan masyarakat di era digital

 

5 Teknologi Ini Diprediksi Akan Jadi Tren di 2023, Dukung Kebutuhan Masyarakat di Era Digital

Tren teknologi saat ini terus berganti, termasuk saat memasuki tahun 2023. Hal ini terutama didukung dengan teknologi yang juga terus berkembang seiring dengan kebutuhan dari masyarakat maupun perusahaan yang tengah melakukan transformasi digital. 5 Teknologi Ini Diprediksi Akan Jadi Tren di 2023

Berikut adalah lima teknologi yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2023 menurut CNN Internasional, melansir dari CNBC Indonesia, Jumat (6/1/2023).5 Teknologi Ini Diprediksi Akan Jadi Tren di 2023

Artificial Intelligence (AI)

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari e-commerce hingga untuk algoritma media sosial. Ledakan tren ini pun disebut akan sampai ke gambar dan musik di tahun 2023. Hal ini disampaikan oleh CEO & Co-Founder Addo, Ayesha Khanna.5 Teknologi Ini Diprediksi Akan Jadi Tren di 2023

“AI tidak akan menggantikan manusia, AI akan menjadi anggota tim baru untuk manusia dalam banyak pekerjaan, menyumbangkan ide dan konsep,” tutur Ayesha.5 Teknologi Ini Diprediksi Akan Jadi Tren di 2023

Hal serupa juga disampaikan oleh futuris dan penulis buku, Bernard Marr yang menyampaikan bahwa fokus AI akan menjadi penambah pekerja. Hal ini dikarenakan tools baru tersedia untuk dapat memungkinkan tenaga kerja agar dapat sepenuhnya memanfaatkan AI.

Ayesha juga menambahkan bahwa lebih banyak pekerjaan saat ini diperlukan untuk memastikan co-pilot AI generatif. Misalnya saja seperti Copilot GitHub, guna membantu kode pengembang, khususnya dalam perawatan kesehatan.

Metaverse

Teknologi metaverse juga disebut akan menjadi tren tahun 2023, meskipun perusahaan pencetusnya, Meta mengalami kegagalan dan kehilangan miliaran dolar dalam upaya pengembangan teknologi tersebut.

“Perusahaan ritel dan hiburan akan meluncurkan percontohan yang meningkat mengenai cara membangun keterlibatan dan loyalitas pelanggan di berbagai metaverse, khususnya platform game seperti Roblox,” jelas Ayesha.

Ayesha menambahkan bahwa penduduk asli metaverse yang tumbuh besar dengan bermain game serta bersosialisasi dalam realitas digital alternatif akan mendorong perusahaan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti konser, pekan mode, hingga edutainment melalui metaverse pada 2023.

Metaverse juga disebut akan kedatangan lebih banyak perusahaan kecil yang bergabung dengan organisasi besar yang sebelumnya telah mendirikan pos di dalam metaverse, semakin meramaikan tren ini di tahun 2023.

Teknologi Berkelanjutan

Pendiri dan futuris geopolitik di Center for Innovating The Future (CIF) Abishur Prakash menyampaikan bahwa seluruh bidang keberlanjutan berbasis teknologi akan memainkan peran penting di tahun 2023.

“Proyek energi bersih, seperti mengambil listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya dari Afrika ke Eropa akan maju pada tahun 2023, menambah dimensi baru dalam perang energi global,” jelas Abishur.

Sementara Profesor Madya di School for The Future of Innovation in Society & School of Sustainability di Arizona State University, Cynthia Selin menuturkan bahwa penangkapan karbon dan penyimpanan karbon akan semakin penting.

Cynthia mengungkapkan bahwa penangkapan udara langsung bisa terus mendapatkan perhatian bersamaan dengan mekanisme penghilangan yang alami, seperti reboisasi. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak proyek percontohan baru yang berkembang di seluruh dunia untuk dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

Semikonduktor dan Self-Reliance

Abishur pun memperkirakan bahwa peperangan yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina akan membuka era baru terkait geopolitik dan globalisasi, yang kemudian juga akan mempengaruhi setiap aspek teknologi di tahun 2023.

Pertarungan perebutan semikonduktor yang menjadi perangkat utama untuk smartphone, komputer, mobil, hingga peralatan rumah tangga juga akan menjadi tren. Abishur menjelaskan bahwa semikonduktor akan mengubah urusan dunia di tahun 2023, serta menjadi persaingan antara Amerika Serikat dan Cina.

Internet of Things (IoT)

Cynthia yakin bahwa teknologi IoT akan mengubah sektor energi di tahun 2023. Ia menjelaskan bahwa jumlah perangkat yang masuk ke pasar sensor pintar dan kecerdasan berbasis data akan semakin meningkat.

Bernard Marr sendiri memprediksi bahwa akan ada peningkatan produk dalam layanan IoT, yang disebut akan banyak berkaitan dengan kesehatan serta kesejahteraan individu di tahun 2023 ini. Menambah kebutuhan untuk memanfaatkan teknologi baru.

Related Article :

Hadapi era digital Telkom Indonesia berupaya untuk bertransformasi mendigitalkan bangsa

Hadapi Era Digital, Telkom Indonesia Berupaya untuk Bertransformasi Mendigitalkan Bangsa

Menghadapi era digital yang kian berkembang pesat, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya untuk bertansformasi menjadi digital telco kelas dunia yang dapat selalu beradaptasi dengan berbagai situasi, tantangan, dan kondisi pasar.Telkom Indonesia Berupaya untuk Bertransformasi Mendigitalkan Bangsa

Percepatan adopsi digital dalam negeri juga semakin terasa pada beragam sektor vertikal mencakup logistik, perawatan kesehatan, pendidikan, pertanian, dan layanan keuangan yang saat ini sudah banyak memanfaatkan layanan digital.Untuk itu, Telkom menghadirkan digitalisasi di berbagai sektor untuk memberikan kemudahan dan solusi bagi segala kebutuhan masyarakat.Telkom Indonesia Berupaya untuk Bertransformasi Mendigitalkan Bangsa

Sebagai BUMN telekomunikasi yang tengah fokus bertransformasi, Telkom mendapatkan amanat untuk menjadi lokomotif digitalisasi yang mampu mendorong perkembangan ekosistem digital di Indonesia.Telkom Indonesia Berupaya untuk Bertransformasi Mendigitalkan Bangsa

“Telkom memiliki tanggung jawab dan berkomitmen untuk mendukung digitalisasi. Kami membangun infrastruktur dan menyediakan konektivitas di seluruh negeri, dilengkapi dengan platform dan berbagai layanan digital,” ungkap Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah melalui sesi wawancara bersama SEA Today pada acara SOE International Conference 2022 yang digelar di Nusa Dua, Bali.Telkom Indonesia Berupaya untuk Bertransformasi Mendigitalkan Bangsa

Langkah transformasi yang dilakukan Telkom dinilai telah berhasil dalam mendukung pemerintah dalam misi mendigitalisasikan bangsa melalui beragam platform dan layanan digital.

Melansir dari Beritasatu.com, salah satu keberhasilan terbesar Telkom hingga saat ini adalah pengembangan aplikasi PeduliLindungi untuk mendukung pemerintah dalam menyukseskan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu aplikasi digital dengan jumlah pengguna terbesar.

Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo pada kesempatan diskusi panel dengan tema Economic Transformation through Digitalization: Impact to Nation’s Trade and Investment.

Kartika mengatakan bahwa PeduliLindungi menjadi salah satu aplikasi digital terdepan yang fokus pada fungsi tracking dan tracing yang sangat bermanfaat dalam menangani puncak pandemi COVID-19.

PeduliLindungi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan telemedicine sehingga saat ini telemedicine menjadi solusi terbaik bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dan berbagai kebutuhan dalam satu aplikasi.

“Saat ini kami tengah berdiskusi mengkaji peluang utilisasi aplikasi PeduliLindungi pascapandemi, yang memungkinkan menjadi apps Government to People,” ungkap Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Hingga saat ini, Telkom fokus menggarap kompetensi dan kapabilitasnya di bisnis digital melalui tiga pilar utama, yakni digital connectivitydigital platform, dan digital services.

Lapisan dasar bisnis Telkom adalah konektivitas digital, dengan memiliki Telkomsel dan IndiHome yang menguasai pangsa pasar yang telah melayani lebih dari 80% pelanggan seluruh Indonesia.

Selain itu, Telkom juga memiliki infrastruktur serat optik, menara telekomunikai hingga satelit yang mumpuni dan menjangkau hingga wilayah pelosok. Lapisan kedua di atas konektivitas digital adalah platform digital.

Kini Telkom telah memiliki beragam platform untuk dimanfaatkan pada berbagai sektor seperti data center, cloud computingbig data dengan platform Big box, IoT dengan platform Antares, Ads dengan platform Tadex, serta payment digital LinkAja.

Selanjutnya, Telkom memiliki lapisan digital services dengan tujuan memberikan beragam solusi digital bagi seluruh lapisan masyarakat, di antaranya sektor pendidikan melalui Pijar, sektor pertanian dengan Agree, sektor logistik dengan Logee, sektor perdagangan dan UMKM melalui PaDi UMKM, serta beragam layanan hiburan. Untuk semakin membangun keunggulan kompetitif perusahaan, Telkom telah mencanangkan lima strategi utama yang dikenal dengan strategi Five Bold Moves.

Strategi ini dibentuk untuk mencapai tujuan jangka panjang yang dapat memberikan penciptaan nilai yang optimal bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Lebih lanjut, Ririek menyampaikan bahwa Telkom akan terus bertransformasi mengikuti arus perubahan pasar dan membidik potensi digital ke depan.

“Dalam lima tahun ke depan ekonomi digital akan meningkat sangat pesat dan semakin banyak orang yang menggunakan digitalisasi. Telkom siap mendigitalkan bangsa dengan adopsi digital yang lebih baik di Indonesia. Harapannya, bisnis digital Telkom menjadi mitra utama pemerintah dalam membangun solusi digital bagi masyarakat. Kita sudah tahu bahwa solusi digital telah terbukti menyelesaikan beberapa masalah sosial, seperti pandemi Covid-19 dan pemerintahan. Program bantuan sosial juga tak lepas dari prioritas utama Telkom dalam memberikan kebermanfaatan yang lebih bagi masyarakat,” pungkas Ririek.

Ketiga pilar utama bisnis yang dijalankan Telkom turut didemonstrasikan pada acara SOE International Conference 2022. Telkom juga melaksanakan business matching, investor talk, dan corporate day dengan para calon investor.

Related Article :

Dukung pengembangan talenta digital aws hadirkan program awsome

Dukung Pengembangan Talenta Digital, AWS Hadirkan Program AWSome

Teknologi digital telah menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan berbagai lompatan besar, sehingga sangat penting untuk dapat memastikan generasi muda memiliki literasi terhadap teknologi digital. Hal ini agar generasi mudah tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari kreator.Dukung Pengembangan Talenta Digital

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui acara virtual yang digelar oleh Amazon Web Services (AWS) pada awal November 2022.Dukung Pengembangan Talenta Digital

Nizam menyampaikan bahwa transformasi digital yang berlangsung di Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di dunia. Pengguna internet di Indonesia pun saat ini telah mencapai lebih dari 200 juta pengguna, dengan rata-rata akses internet yang mencapai 8 jam dalam sehari.Dukung Pengembangan Talenta Digital

Kreativitas generasi muda pun dinilai luar biasa, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan dengan adanya program untuk mendukung mereka menjadi kreator, memberikan manfaat solusi dari teknologi yang ada.Dukung Pengembangan Talenta Digital

“Maka dari itu, kami bergandengan tangan dengan seluruh mitra pemain teknologi global seperti AWS agar mereka berada di garis depan dalam perkembangan teknologi yang mencakup AI, IoT, big data analytics, cloud computing, dan sebagainya,” tutur Nizam, melansir dari InfoKomputer.id, Rabu (30/11/2022).

Country Manager Worldwide Public Sector AWS Indonesia, Mohammad Ghozie Indra Dalel menyebutkan bahwa AWS telah menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung perkembangan sektor publik, yang mencakup Kampus Merdeka, program magang, studi independen bersertifikat, serta program Kedaireka.

AWS kemudian menjalin mitra dengan Social Economic Accelerator Lab (SEAL) untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor dengan menghadirkan program Indonesiaku AWSome! yang merupakan inisiatif untuk pengembangan bisnis strategis, dengan dukungan pemerintah Indonesia untuk membangun jaringan lulusan baru yang cakap digital.

“Program Indonesiaku AWSome! akan terus naik pada momentum skala ini, dengan rencana untuk meningkatkan penerimaan siswa untuk angakatan berikutnya pada semester kedua tahun 2022, dan meningkatkan program dengan posisi magang di lembaga pemerintah,” ungkap Ghozie.

Ghozie pun berharap program ini bisa memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, hingga masyarakat luas. AWSome hadir untuk mendukung pembangunan ekosistem yang menjadikan talenta digital bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Related Article :

Telkom persiapan ekspansi data center hingga mobile broadband

Telkom Persiapkan Ekspansi Data Center Hingga Mobile Broadband

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah memaparkan sejak 2020 Telkom telah mencanangkan transformasi dimana dua tahun pertama akan fokus pada membangun fundamental untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan agar lebih sehat.Telkom Persiapkan Ekspansi Data Center Hingga Mobile Broadband

“Dua tahun berikutnya dimulai dari tahun ini, Telkom mencanangkan Five Bold Moves yakni lima program utama yang akan menjadi value creation ke depan. Hingga nanti pada 2024, diharapkan Telkom sudah dapat menikmati hasilnya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Telkom masih cukup menjanjikan tidak hanya dari sisi top line, tapi juga middle, dan bottom line,” jelas Ririek dalam keterangan tertulis melansir dari WartaEkonomi, Kamis (15/12/2022).Telkom Persiapkan Ekspansi Data Center Hingga Mobile Broadband

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah memaparkan sejak 2020 Telkom telah mencanangkan transformasi dimana dua tahun pertama akan fokus pada membangun fundamental untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan agar lebih sehat.Telkom Persiapkan Ekspansi Data Center Hingga Mobile Broadband

“Dua tahun berikutnya dimulai dari tahun ini, Telkom mencanangkan Five Bold Moves yakni lima program utama yang akan menjadi value creation ke depan. Hingga nanti pada 2024, diharapkan Telkom sudah dapat menikmati hasilnya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Telkom masih cukup menjanjikan tidak hanya dari sisi top line, tapi juga middle, dan bottom line,” jelas Ririek dalam keterangan tertulis, Senin (12/12/2022).Telkom Persiapkan Ekspansi Data Center Hingga Mobile Broadband

Ririek menyampaikan lima strategi utama perusahaan yang terdiri dari inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), InfraCo, Data Center Co, B2B Digital IT Service Co dan DigiCo.

Telkom lanjut Ririek masih terus fokus menjalankan inisiatif tersebut, dengan penekanan saat ini pada FMC, InfraCo dan Data Center Co. FMC merupakan inisiatif untuk menginbrengkan IndiHome ke Telkomsel sehingga nantinya layanan fixed dan mobile broadband ini akan berada dalam satu entitas demi memberikan layanan broadband terbaik dengan biaya yang efisien.

Sementara InfraCo merupakan langkah konsolidasi pada infrastruktur telekomunikasi yang memungkinkan adanya network sharing demi mengoptimalkan potensi dan valuasi. Selanjutnya pada inisiatif Data Center Co, Telkom saat ini tengah melakukan konsolidasi data center dalam satu entitas Telkom Data Ecosystem.

Dengan infrastruktur yang luas, data center yang tersebar di seluruh Indonesia dan customer base yang besar menjadi potensi kuat bagi Telkom untuk menjadi pemimpin di bisnis platform digital ini.

Dalam waktu dekat, Telkom akan melakukan groundbreaking data center di Batam yang diproyeksikan untuk melayani permintaan data center yang masih cukup besar dari pasar Singapura.

Adapun dividen per saham tahun buku 2022 diperkirakan minimal sama dengan dividen per saham di tahun 2021. Mengenai investasi Telkomsel di GoTo, Ririek menegaskan bahwa dalam melakukan investasi digital, TelkomGroup fokus tidak hanya kepada capital gain semata tapi lebih pada potensi synergy value yang dihasilkan baik bagi TelkomGroup maupun BUMN.

“Saat ini synergy value Telkomsel – GoToyang dihasilkan sudah cukup besar bahkan tumbuh di atas 50% daripada tahun lalu. Hal yang sama juga berlaku pada MDI dimana synergy value yang dihasilkan dari investasi MDI ke startup memiliki nilai yang lebih besar daripada capital gain,” kata Ririek.

Sementara itu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi memaparkan pertumbuhan kinerja Telkom yang secara konsisten terus berupaya menjaga pertumbuhan dan profitabilitas.

Dalam kurun lima tahun terakhir, Telkom mencatat kinerja yang cukup baik dengan pertumbuhan positif pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih, menunjukkan profitabilitas yang terus membaik dan efisiensi biaya yang terjaga.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam menjelaskan lebih lanjut terkait sinergi value Telkomsel – GoTo yang telah mendorong percepatan dan memperkuat positioning ekosistem digital Telkomsel.

Hingga September 2022, synergy value yang dihasilkan mencapai Rp507,3 miliar atau tumbuh 50,3% YoY. Sejauh ini, dari synergy value yang telah terbangun antara Telkomsel bersama GoTo telah memperkuat layanan berbasis digital, mendorong inovasi, dan meningkatkan pengalaman bagi konsumen dan pelaku usaha kecil (UMKM) di Indonesia yang turut mendorong performa lini bisnis utama Telkomsel, serta mengembangkan potensi inovasi kolaborasi layanan bersama.

Diantaranya Paket Swadaya Telkomsel (paket data internet) khusus untuk mitra driver Gojek dan merchant GoFood, digitalisasi mitra reseller/outlet Telkomsel di ekosistem GoShop serta solusi layanan Call Masking dari Telkomsel nGage.

Related Article :

Diskominfo kabupaten sinjai bersiap untuk luncurkan aplikasi big data

Diskominfo Kabupaten Sinjai Bersiap untuk Luncurkan Aplikasi Big Data

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan bersiap untuk meluncurkan aplikasi big data BigBox. Peluncuran aplikasi ini dalam upaya mendukung penyelenggaraan pemerintah berbasis digital.Diskominfo Kabupaten Sinjai Bersiap

Kepastian dari peluncuran aplikasi layanan big data dari BigBox yang didukung PT Telkom Indonesia Tbk sendiri disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Sinjai, Dr. Mansyur di hadapan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa saat presentasi awal laporan evaluasi Satu Data di Kabupaten Sinjai, Selasa (24/1/2023).Diskominfo Kabupaten Sinjai Bersiap

“Kami akan meluncurkan aplikasi BigBox ini pada bulan Februari minggu kedua, sekaligus sebagai pengukuhan Forum Satu Data Indonesia tingkat Kabupaten Sinjai,” ungkap Dr. Mansyur dalam paparannya.Diskominfo Kabupaten Sinjai Bersiap

Mansyur pun mengungkapkan bahwa uji coba aplikasi BigBox telah dinyatakan rampung, dan berdasarkan kesepakatan, pihak Telkom Indonesia akan menyerahkan user kepada Diskominfo Sinjai sebagai pengelola data statistik sektoral.Diskominfo Kabupaten Sinjai Bersiap

Selanjutnya, akan dilakukan pemasukan atau entry data yang sebelumnya diawali dengan pendampingan serta bimbingan teknis yang dilakukan pihak Telkom Indonesia kepada pegawai Diskominfo Sinjai.

Sementara Fahmi Khoirul selaku perwakilan dari PT Telkom Indonesia Tbk menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai, karena telah mempercayai Telkom Indonesia sebagai penyedia layanan digital Satu Data melalui BigBox.

“Satu Data yang dimiliki PT Telkom Indonesia Tbk sudah mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, di mana pemanfaatan data tersebut tidak hanya untuk publik masyarakat tetapi juga untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kebijakan pimpinan daerah,” jelas Fahmi.

Fahmi pun mengungkapkan bahwa data tersebut nantinya akan menjadi satu pintu, dengan data yang akurat, terpadu, serta mutakhir untuk dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat tanpa ada hambatan berarti.

Related Article:

Komodo warter manfaatkan teknologi cloud dan big data dalam membantu digitalisasi pengelolaan sumber air di ntt