Basarnas Gandeng Esri Indonesia untuk Manfaatkan Teknologi Sistem Informasi Geografis, Big Data, dan AI

Esri Indonesia, penyedia solusi geospasial terkemuka di Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) yang merupakan badan pelaksana dan pusat untuk nasional dan kebijakan umum dalam bidang pencarian dan pertolongan.Basarnas Gandeng Esri Indonesia

Kemitraan ini pun bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), analisis big data, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kemampuan pencarian dan pertolongan.Basarnas Gandeng Esri Indonesia

Indonesia sendiri mengalami 29 bencana alam pada tahun 2020, menjadikan Indonesia sebagai negara paling rawan bencana alam di dunia. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana yang paling banyak terjadi pada tahun 2020 adalah bencana yang diakibatkan oleh fenomena meteorologi.Basarnas Gandeng Esri

Oleh karena itu, penggunaan teknologi geospasial dapat secara signifikan meningkatkan kolaborasi antar lembaga pemerintahan terkait untuk dapat melakukan akses terhadap informasi yang akurat, sesuai dengan wewenang, dan dapat dilakukan kapan saja.Basarnas Gandeng Esri Indonesia

Penggunaan teknologi geospasial ini akan mengoptimalkan koordinasi yang lebih efisien dalam tanggap bencana dan kegiatan penyelamatan di seluruh wilayah yang tertimpa bencana dan membutuhkan penyelamatan dengan cepat.

Menurut Country Sales Manager Esri Indonesia Christianto Yanuar, kemajuan teknologi serta inovasi telah menciptakan peluang baru untuk meningkatkan ketahanan bencana dan mengurangi risiko bencana.

Perkembangan disrupsi teknologi, seperti AI, internet of things (IoT), dan big data kini telah bertransformasi ke berbagai bidang, salah satunya untuk meminimalisasi risiko bencana dan manajemen bencana.

Misalnya saja, algoritma AI dapat digunakan untuk analisis prediktif dan membantu prediksi terhadap bencana. Selain itu, juga dapat mempercepat waktu pemulihan dan tanggap penyelamatan bencana.

“Ketika setiap detik berharga dan tingkat risiko yang tinggi, badan yang berada di garis terdepan harus membuat keputusan yang didorong oleh data real-time otoritatif yang akurat, sehingga mereka yakin bahwa mereka telah membuat pilihan terbaik walau di bawah tekanan,” kata Yanuar dalam keterangan resminya, melansir dari Kontan.co.id, Jumat (18/3/2022).

Yanuar kemudian melanjutkan, bahwa inilah pentingnya pelaksanaan kemitraan antara Basarnas dengan Esri Indonesia. Kemitraan ini akan membantu para pemangku kepentingan untuk dengan cepat mengintegrasikan, melakukan visualisasi, serta yang terpenting memahami data dari berbagai lembaga ketika bencana alam terjadi.

Yanuar menjelaskan bahwa dengan menggunakan platform ArcGIS dari Esri Indonesia, tim Basarnas kemudian dapat dengan cepat melakukan visualisasi terhadap masyarakat yang terkena dampak dan infrastruktur kritis yang rusak akibat bencana.

Kapabilitas ini kemudian dapat memfasilitasi para pengambil keputusan dengan kesadaran penuh mengenai situasi bencana yang dihadapi, dan dapat membantu tim untuk secara efisien melakukan mobilisasi sumber daya terbatas dan mengoptimalkan rute pasokan kebutuhan yang mendesak.

“Teknologi GIS akan memperkuat kami dalam merencanakan, membuat keputusan, serta mengelola sumber daya dan fasilitas kami dengan lebih baik serta mengadopsi standar operasional yang diterapkan oleh International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG),” kata Kepala Basarnas Marsdya Henri Alfiandi.

Alfiandi melanjutkan, bahwa kemitraan strategis dengan Esri Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas Basarnas sebagai lembaga SAR nasional dan memperkuat ketahanan lembaga dalam melakukan operasi kemanusiaan di Indonesia.

Esri Indonesia sendiri akan melakukan proses dukungan berupa instalasi dan konfigurasi untuk pemanfaatan solusi di Basarnas secara maksimal. Hal ini kemudian akan dilanjutkan dengan pelatihan mengenai pemanfaatan sistem sepanjang tahun.

Related Article :

tingkatan produktivitas sektor pertanian cips percepat adopsi teknologi digitas berbasis iot

Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian, CIPS Percepat Adopsi Teknologi Digital Berbasis IoT

Lembaga penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebutkan adopsi teknologi digital di sektor pertanian Indonesia perlu dipercepat untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja sektor pertanian.Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan penggunaan teknologi digital yang tepat guna dapat membantu petani dalam meningkatkan daya saingnya khususnya dalam rantai pasok global.Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian

“Rendahnya produktivitas masih menjadi masalah dalam sektor pertanian Indonesia. Adopsi teknologi diharapkan dapat membuat pemanfaatan input pertanian menjadi lebih maksimal,” ujar Azizah yang dikutip melalui Antaranews.com.Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian

Penelitian CIPS menunjukkan produktivitas padi, kedelai, dan bawang merah cenderung landai dalam beberapa tahun terakhir dengan masing-masing di angka 5 ton per hektare gabah kering giling (GKG), 1,5 ton per hektare biji kering, dan 10 ton per hektare. Hanya produktivitas jagung menunjukkan tren yang meningkat dengan capaian 5,5 ton pipilan kering per hektare pada 2019 lalu.Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian

Menurut Azizah, adopsi teknologi digital di hulu dapat membantu peningkatan produktivitas pertanian. Penerapan Internet of Things (IoT) dalam pertanian, contohnya, mampu membantu petani mendeteksi kondisi tanah, cuaca, memantau hama dan lain sebagainya.

Sementara itu di hilir, lanjut dia, kehadiran teknologi digital pertanian dapat membuka akses yang lebih besar untuk pada petani kepada pasar. Teknologi dapat menghubungkan petani langsung dengan konsumen, sehingga hal ini dapat mempersingkat rantai pasok. Kehadiran beberapa marketplace produk pertanian membantu menjalankan fungsi tersebut.

Azizah juga menjelaskan, para petani juga dapat mengurangi ketergantungannya pada tengkulak melalui pemanfaatan teknologi digital. Selama ini, petani lebih banyak menjual hasil pertanian dalam jumlah besar ke tengkulak. Hal ini menyebabkan petani tidak memiliki daya tawar yang kuat untuk menentukan harga produsen.

“Di samping itu, petani juga memiliki akses terhadap informasi harga komoditas di pasaran yang akurat dan transparan. Pemahaman yang kuat terhadap dinamika harga komoditas pertanian dapat membantu petani untuk menentukan harga produsen secara lebih terukur,” tutur Azizah.

Azizah menyayangkan belum semua petani memiliki akses terhadap teknologi digital pertanian. Hal ini dikarenakan masih banyaknya tantangan mendasar yang menghalangi petani untuk menggunakan teknologi digital, misalnya belum memadainya infrastruktur pertanian yang mendukung serta minimnya pemahaman dan literasi digital.

Selain itu, teknologi yang dimaksud juga biasanya relatif sulit dijangkau oleh petani, harga yang relatif tinggi, dan belum tentu sesuai dengan skala usaha petani akhirnya membuat mereka enggan mengadopsi teknologi tersebut.

Adopsi teknologi digital di pertanian juga dapat dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian. Investasi dalam negeri maupun asing dapat memungkinkan adanya transfer teknologi serta pelatihan sumber daya manusia. Regulasi yang terbuka pada investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan modernisasi dan adopsi teknologi digital yang bermanfaat bagi petani.

Related Article :

kemenperin dorong partisipasi perempuan dalam memanfaatkan teknologi iot untuk membangun industri

Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan dalam Memanfaatkan Teknologi IoT untuk Membangun Industri

Kementerian Perindustrian menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, baik di dalam maupun luar negeri untuk dapat meningkatkan partisipasi peran perempuan dalam membangun sektor industri dan ekonomi.Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan 

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Kemenperin pada kesetaraan gender,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta yang dikutip melalui Antaranews.com, Minggu.Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan 

Upaya tersebut juga untuk mendorong peran perempuan dalam bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET) serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sehingga bisa lebih kompeten dan berdaya saing sesuai kebutuhan saat ini.Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan .Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan .Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan 

Untuk itu, BPSDMI Kemenperin bersama Prospera yang didukung Pemerintah Australia, menggelar Webinar Hari Perempuan Internasional 2022 bertajuk ‘Mematahkan Bias’ dalam TVET dan STEM (International Women’s Day Webinar 2022: ‘Break the Bias’ in TVET and STEM).Kemenperin Dorong Partisipasi Perempuan 

Kegiatan tersebut diikuti seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin beserta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Tenaga Kerja.

Peserta lainnya berasal dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), VAPRO Internasional Indonesia, TVET System Reform Program-GIZ, ILO, Skill For Competitiveness Program (S4C) Swiss, ADB, UNESCO-UNEVOC, dan ASEAN Secretariat.

“Webinar ini juga adalah sebagai wadah diskusi bagi kementerian, lembaga, organisasi, industri, serta unit pendidikan untuk membangun strategi-strategi peningkatan peran perempuan yang berfokus pada perempuan di SMK dan Politeknik, perempuan di dunia kerja, serta di dunia industri,” papar Arus.

Berdasarkan data BPS Agustus 2021, jumlah pekerja perempuan pada sektor industri mencapai 43,82 persen dari total pekerja sektor industri yang berjumlah 18,69 juta orang. Sementara itu, komposisi perempuan terdiri dari 12 persen dari semua lulusan jurusan terkait STEM di Indonesia.

“Melalui kegiatan webinar ini, BPSDMI Kemenperin berupaya berkontribusi dalam peningkatan peran perempuan menempati posisi dan kualifikasi di hard STEM,” imbuh Arus.

Menurut Direktur Prospera David Nellor, perempuan menyumbang 54 persen dari angkatan kerja Indonesia sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa.

Penting bagi ekosistem pendidikan dan pelatihan Indonesia, lingkungan kerja, dan industri untuk mendukung dan inklusif terhadap partisipasi dan pemberdayaan perempuan yang lebih besar.

“Pandemi COVID-19 ternyata menyebabkan ‘she-cession’, atau resesi dihadapi perempuan yang cenderung menerima imbas lebih besar dari pandemi ini,” ungkapnya.

Adapun kebijakan pengurangan ketimpangan dan peningkatan partisipasi perempuan dalam STEM dikemukakan oleh Direktur Ketenagakerjaan Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto, di antaranya dengan mengedukasi rumah tangga atau keluarga dan masyarakat, memperbaiki mekanisme pembelajaran STEM dengan penyediaan pendidik, materi, dan proses.

“Selain itu, perlu meningkatkan layanan bimbingan karir, beasiswa afirmasi, dan mentoring responsive gender. Kemudian, mengurangi gender gap, mempermudah perempuan mengakses pasar kerja, serta mendukung kebijakan transformasi ekonomi yang menyediakan lebih banyak lapangan kerja bidang STEM,” sebutnya.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri BPSDMI Kemenperin Restu Yuni Widayati mengungkapkan bahwa telah banyak tindakan yang dilakukan pemerintah, industri, dan unit pendidikan dalam rangka meningkatkan peran perempuan dalam bidang TVET dan STEM.

Misalnya, Prospera melaksanakan asesmen berbasis gender terhadap unit pendidikan di lingkungan Kemenperin dengan melakukan analisis awal terhadap data dosen, guru, dan siswa, serta program studi.

Kajian awal tersebut menunjukkan bahwa siswi perempuan mayoritas ada pada soft STEM, dan sedikit yang masuk dalam hard STEM.

“BPSDMI Kemenperin juga bekerja sama dengan GIZ Jerman menyelenggarakan Woman Innovation Camp yang fokus pada Internet of Things (IoT) didukung oleh Axioo dan Makeblock yang diikuti oleh para siswi dan tenaga pengajar di unit pendidikan Kemenperin,” ungkap Restu.

Related Article :

imlementasi pertumbuhan industri 4.0 smbr persiapan pengembangan teknologi berbasis ai

Implementasikan Pertumbuhan Industri 4.0, SMBR Persiapkan Pengembangan Teknologi Berbasis AI

PT Semen Baturaja (SMBR) telah melaksanakan Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dengan hasil skor penilaian 3,0 berdasarkan expose hasil verifikasi INDI 4.0 oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T). Skor tersebut menunjukan SMBR berada pada level Kesiapan Matang.Implementasikan Pertumbuhan Industri 4.0

Direktur Produksi dan Pengembangan SMBR, Daconi mengatakan, asesmen tersebut untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan dalam bertransformasi menuju industri 4.0.Implementasikan Pertumbuhan Industri 4.0

“Ini sesuai dengan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN,” ujar Daconi, Rabu (16/3/2022).Implementasikan Pertumbuhan Industri 4.0

Melansir dari iNews.com, saat ini SMBR sedang mempersiapkan pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Program ini merupakan salah satu upaya perseroan dalam mempersiapkan perusahaan untuk bertransformasi menuju industri 4.0 dan merupakan bentuk dukungan terhadap Program Making BUMN 4.0 sebagai bagian dari Program Making Indonesia 4.0.Implementasikan Pertumbuhan Industri 4.0

Pada tahun 2021, lanjut Daconi, SMBR telah mengimplementasikan Intelligence Process Control System pada proses pyroprocessing atau pembakaran dan direncanakan untuk dilanjutkan pada proses penggilingan. Selain itu, pada tahun 2022, SMBR juga merencanakan akan mengimplementasikan Predictive Maintenance berbasis AI untuk peralatan-peralatan utama pabrik.

“Pengembangan Predictive Maintenance berbasis AI ditargetkan siap untuk diaplikasikan pada lahir tahun ini, yakni Desember 2022,” kata Daconi.

Diungkapkan Daconi, saat ini pihaknya telah membentuk tim Transformasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mempersiapkan SMBR dalam bertransformasi menuju industri 4.0 dengan target skor 3,5 pada tahun 2024.

“Perseroan mendukung program transformasi industri 4.0 ini karena seiring dengan perkembangan zaman, maka Perseroan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi,” ucapnya.

Melalui implementasi industri 4.0 tersebut, kata Daconi, Perseroan akan dapat memperbaiki kualitas produk, meningkatkan produktifitas, dan proses produksi yang lebih efisien, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan lebih lanjut dapat menjadi penunjang kemajuan perekonomian Indonesia.

“Kami berusaha untuk membangun sistem operasi pabrik yang cerdas dan efisien untuk menghasilkan produk semen yang berkualitas,” katanya.

Tak hanya itu, dengan implementasi proses industri 4.0 lewat pengembangan teknologi berbasis AI tersebut dinilai akan memperkuat sistem operasional IT maupun keamanan siber.

“Pengembangan teknologi tersebut juga berpengaruh terhadap serta persiapan sumber daya manusia yang kompeten, dengan tetap mengedepankan pelayanan prima dalam menjamin kepuasan pelanggan,” katanya.

Related Article :

dosen ugm kembangkan inovasi big data dan cloud untuk mitigasi covid 19 dan bencana

Dosen UGM Kembangkan Inovasi Big Data dan Cloud untuk Mitigasi COVID-19 dan Bencana

Dosen dan Peneliti Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Mardhani Setiawan mengembangkan inovasi teknologi big data dan cloud computing sebagai upaya untuk mitigasi pandemi COVID-19 dan kebencanaan.Dosen UGM Kembangkan Inovasi

Analisis big data yang dihasilkan pada inovasi ini pun berhasil memprediksi dan memonitor gelombang pertambahan kasus COVID-19 yang disebabkan oleh mobilitas warga. Inovasi ini juga membantu daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus.Dosen UGM Kembangkan Inovasi

“Mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia telah dijalankan selama pandemi berlangsung dengan mengumpulkan data-data pertambahan kasus harian yang melibatkan lebih dari 200 orang relawan data di seluruh Indonesia,” kata Mardhani dalam keterangan resminya, melansir dari IDN Times Jogja, Kamis (17/3/2022).Dosen UGM Kembangkan Inovasi

Mardhani menjelaskan bahwa para sukarelawan data ini sendiri mengumpulkan data secara harian dari fasilitas kesehatan, lokasi pemakaman, serta sumber data internet secara harian untuk analisis big data.Dosen UGM Kembangkan Inovasi

Mardhani pun menuturkan, bahwa pengembangan analisis big data untuk mitigasi penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia ini telah dimulai sejak tahun lalu. Saat itu, inovasi ini belum memiliki peta dan pola persebaran pandemi. Namun Mardhani bersama timnya telah memulai analisis dengan memanfaatkan big data melalui Respons COVID-19 Indonesia (covid19.gamabox.id).

“Saat itu, analisis big data untuk COVID-19 telah dikembangkan untuk diimplementasikan di Myanmar,” ungkap Mardhani.

Selain melakukan pengembangan analisis big data serta cloud computing untuk mendukung mitigasi COVID-19, Mardhani dan tim juga melakukan pengembangan inovasi konvergensi teknologi big data dan cloud computing untuk menyediakan informasi terkini dan peringatan dini bencana tanah longsor.

Konvergensi teknologi untuk kebencanaan ini pun diwujudkan melalui pengembangan G-Connect (Gamabox Connect) yang berlangsung sejak 2016 hingga 2021. G-Connect sendiri mengembangkan tools yang dapat mendeteksi pergerakan tanah longsor dan kondisi lingkungan dengan sensor.

Data tersebut terkumpul secara real-time dan dikirimkan melalui jaringan internet kualitas rendah ke server big data di UGM secara berkala dan terjadwal. Tidak hanya itu, peralatan ini juga dapat bekerja secara mandiri karena didukung oleh solar power, dan kemudahan mobilisasi peralatan pun menyesuaikan perkembangan retakan longsor.

“G-Connect saat ini telah tersebar di 37 titik [sebelum terkena longsor] di jalur retakan Gunung Gandul di Kabupaten Wonogiri,” jelas Mardhani.

Tidak hanya untuk mitigasi COVID-19 dan bencana longsor, Mardhani bersama tim juga telah mengembangkan platform big data management untuk sektor energi di Indonesia sejak tahun 2020 lalu. Platform bernama Gamabox Explorer ini merupakan produk riset sistem big data manajemen energi yang digunakan dan sesuai dengan standar internasional pengelolaan data minyak dan gas (PPDM Standard).

Gamabox Explorer menyediakan hasil analisis dari produksi serta prediksi minyak dan gas dengan menggunakan pendekatan big data serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). kemampuan ini kemudian memudahkan industri untuk merencanakan eksplorasi dan eksploitasi.

“Pada tahun 2021 ini, Gamabox Explorer juga telah dikembangkan untuk menjadi platform analisis di area batu bara dan telah menghadirkan analisis klasifikasi kualitas batu bara dan Underground Coal Gasification UCG),” papar Mardhani.

OJK Disebut Harus Atur Penerapan Teknologi AI dan ML di Sektor Jasa Keuangan

Antisipasi terhadap berbagai perubahan besar yang terjadi di industri jasa keuangan ketika perkembangan teknologi terus berjalan cepat menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan.OJK Disebut Harus Atur 

Oleh karena itu, calon dewan komisioner kemudian diharapkan untuk visioner dan bisa melihat jauh ke depan. Salah satu hal terkait digitalisasi yang harus diperhatikan adalah regulasi mengenai penerapan artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) di sektor jasa keuangan. Riset penerapan keduanya pun masih perlu ditingkatkan.OJK Disebut Harus Atur 

Keharusan ini disepakati oleh Direktur IT Bank Mandiri Timothy Utama. Menurut Timothy, aplikasi berbasis AI dan ML masih akan terus berkembang dengan pesat, termasuk pula di bidang perbankan.OJK Disebut Harus Atur 

Bank Mandiri sendiri memiliki data yang cukup besar dan robust mengenai pola transaksi nasabah. Oleh karena itu, ketika AI/ML dikombinasikan maka akan ada nilai tambah yang diperoleh dalam menyesuaikan kebutuhan nasabah di momen yang tepat.OJK Disebut Harus Atur 

Timothy kemudian menuturkan bahwa ia melihat adanya kemungkinan peranan penting dari regulator dalam memberikan panduan bagi perbankan mengenai pemanfaatan AI secara etis dan akuntabel.

“Aturan itu perlu untuk tetap bisa menyeimbangkan antara pertumbuhan dan efisiensi yang didapat dari penerapan AI, tetapi tetap menjaga privasi dan keamanan dari data nasabah,” kata Timothy melalui keterangan resminya, melansir dari Kontan.co.id, Rabu (16/3/2022).

Hal ini perlu dilakukan agar berlaku dengan semua lembaga keuangan lainnya, seperti fintech. Timothy menjelaskan, bahwa playing ground bisa sama antar lembaga keuangan dalam mengelola teknologi AI/ML.

Hal ini terlebih dengan penerapan AI dan ML yang bisa menggunakan teknologi cloud computing atau komputasi awan, sehingga lebih tepat dan cepat. Selain itu, akses terhadap alternatif data atau data eksternal yang ada juga bisa menajamkan analisa mengenai kebutuhan nasabah.

“Peranan regulator bisa mengoptimalkan peluang dalam memberikan nilai tambah dan menyiapkan guidelines untuk terus berinovasi dengan menjaga keseimbangan kepatuhan demi kepentingan semua stakeholders,” ujar Timothy.

Sementara Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, bahwa pekerjaan rumah dewan komisioner OJK yang baru mengenai pengawasan lembaga jasa keuangan sangat besar di tengah era digitalisasi.

Produk dan jasa lembaga keuangan saat ini akan terus berkembang. Trioksa pun menyampaikan bahwa banyak teknologi baru yang bermunculan dengan cepat, salah satunya adalah teknologi metaverse.

“Metaverse ini sudah banyak diterapkan di dunia. Ke depan, meeting atau interaksi bank dengan nasabah bisa dilakukan melalui dunia realitas virtual ini. Oleh karena itu, OJK perlu membuat regulasi baru untuk mengatur ini sebelum semua terlanjur berjalan,” kata Trioksa.

Tidak hanya itu, perlindungan data nasabah juga akan menjadi pekerjaan besar bagi OJK. Hal ini karena selain memberikan kemudahan, digitalisasi juga meningkatkan risiko untuk kebocoran data yang bisa menimbulkan kerugian bagi nasabah.

“Oleh karena itu, komisioner OJK ke depan harus visioner melihat ke depan, sehingga mereka bisa mengantisipasi potensi risiko yang bisa terjadi. Jangan sampai semua sudah berjalan, aturannya baru digodok. Setelah aturan jadi, hal yang tidak diinginkan bisa saja sudah muncul lagi,” pungkas Trioksa.

Related Article :

faktor keuangan jadi masalah implementasi big data di indonesia

Faktor Keuangan Jadi Masalah Implementasi Big Data di Indonesia

Pemanfaatan data untuk pengelolaan bisnis saat ini telah banyak dilakukan. Namun era pemanfaatan big data yang digadang-gadang dapat memudahkan banyak sektor pekerjaan masih tetap mengalami beberapa tantangan dalam implementasinya.Faktor Keuangan Jadi Masalah

Selain itu, Indonesia juga dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pemanfaatan big data, khususnya dari segi pengelolaan data yang ada. Hal ini pun disampaikan oleh CEO & Product Creator Paques Benni Adham. Paques sendiri merupakan salah satu penyedia solusi big data analytics di Indonesia.Faktor Keuangan Jadi Masalah

Melalui bincang media bertajuk ‘Big Data : Take a Peek in Your Data, Know Your Business’, Benni menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi dalam implementasi big data di Indonesia adalah masalah keuangan.Faktor Keuangan Jadi Masalah

“Banyak pihak belum mampu mengolah data dan bisa menghasilkan pendapatan baru dengan pemanfaatan teknologi big data. Hal ini karena dana menjadi pertimbangan,” kata Benni dalam acara yang digelar secara daring, Kamis (10/3/2022).Faktor Keuangan Jadi Masalah

Benni juga menerangkan bahwa selain masalah keuangan, tantangan lain yang harus dihadapi bisnis dalam pemanfaatan big data adalah mengenai kecepatan data itu sendiri. Ia menuturkan bahwa tanpa kecepatan, ketersediaan dana, serta teknologi pendukung maka implementasi big data akan terasa sia-sia.

Sementara Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo di kesempatan yang sama memaparkan, bahwa data elektronik memang sangat penting agar bisa dikelola serta diaplikasikan sesuai kebutuhan. Namun masalah terbesar yang dihadapi Indonesia adalah masih adanya penerapan penyimpanan data print out secara mayoritas, yang dinilai berbahaya.

Onno menyampaikan bahwa dalam pemanfaatan big data sendiri, yang dibutuhkan adalah data berbentuk digital dan bukan data fisik. Penyimpanan data fisik memiliki risiko yang lebih besar untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Nantinya, data digital bisa memakai teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, machine learning, untuk dilakukan analisis oleh data science supaya kita dapat melakukan pengaplikasian, prediksi, dan sebagainya,” jelas Onno.

Melalui acara ini, selain secara komprehensif membahas mengenai pentingnya pemanfaatan data secara efisien, Paques juga memperkenalkan Paques Query Language (PQL), bahasa pemrograman dengan keunggulan pada kecepatan dan kemudahan pengelolaan data.

PQL diklaim sebagai solusi yang dirancang untuk menghadapi pengelolaan data yang tidak efisien, menyediakan kecepatan dan kemudahan bagi pelaku bisnis untuk dapat mempercepat waktu pemasaran.

Memanfaatkan solusi ini, pengolahan data yang umumnya merupakan proses kompleks dapat dikerjakan hanya dengan satu platform yang memiliki performa tinggi dari Paques dengan PQL, yang disertai dengan Distributed Asynchronous Parallel Pipeline Processing, yang merupakan inti dari paques.

Bahasa pemrograman Paques ini pun memungkinkan pengguna yang tidak memiliki kemampuan coding untuk mengoperasikan Paques secara mudah dengan fitur drag-and-drop. Hal ini secara praktis dan signifikan kemudian dapat menyederhanakan proses data analytics pelaku bisnis.

Related Article :

teknologi pendidikan indonesia dimassa covid19 dan selanjutnya

Teknologi Pendidikan Indonesia di masa COVID-19 dan selanjutnya

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyediakan layanan pendidikan – memiliki potensi yang menjanjikan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Di Indonesia, lebih dari 530,000 sekolah ditutup sebagai upaya mengurangi penyebaran virus korona (COVID-19). Teknologi Pendidikan Indonesia di masa 

Hal ini berdampak pada 68 juta siswa dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi dan menjadikan  kebutuhan terhadap EdTech yang efektif semakin mendesak. Situasi ini memaksa adanya peningkatan secara cepat dan luas dari penggunaan EdTech di negara ini, yang diperkirakan akan memiliki efek berkelanjutan di pasar.Teknologi Pendidikan Indonesia di masa 
Survei lanskap Edtech di Indonesia yang baru-baru ini kami publikasikan mengungkap bahwa sektor EdTech di Indonesia tengah menyusul capaian di tingkat global. Survei tersebut mencatat pertumbuhan platform lokal seperti Harukaedu (platform yang menawarkan gelar dalam pendidikan tinggi secara daring), Ruangguru (platform e-learning interaktif untuk murid dari jenjang TK hingga kelas 12 di Indonesia) dan Cakap by Squline (platform tutoring untuk belajar bahasa). Tetapi, secara umum, sektor ini masih baru mulai berkembang.Teknologi Pendidikan Indonesia di masa 

Adanya keengganan di antara beberapa lembaga pendidikan, guru, dan orang tua untuk mengadopsi teknologi telah berubah sebagai akibat dari pandemi, karena sekarang hampir semua orang bergantung pada metode pendidikan daring dan jarak jauh. Kami memperkirakan bahwa pandemi akan mempercepat pengadopsian metode pembelajaran daring serta mendorong lembaga pendidikan untuk menggunakan pembelajaran jarak jauh guna memperkuat ketahanan terhadap krisis di masa depan.Teknologi Pendidikan Indonesia di masa 

Data dari Google Trends menunjukkan bahwa pencarian istilah “belajar dari rumah” dan istilah-istilah serupa mengalami lonjakan tajam – mencerminkan peningkatan permintaan pendidikan daring dan jarak jauh. Indikator lain adalah peningkatan tajam lalu-lintas situs web dan pengunduhan aplikasi platform EdTech terkemuka sejak Februari 2020.

EdTech – penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyediakan layanan pendidikan – memiliki potensi yang menjanjikan untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
Di Indonesia, lebih dari 530,000 sekolah ditutup sebagai upaya mengurangi penyebaran virus korona (COVID-19). Hal ini berdampak pada 68 juta siswa dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi dan menjadikan  kebutuhan terhadap EdTech yang efektif semakin mendesak. Situasi ini memaksa adanya peningkatan secara cepat dan luas dari penggunaan EdTech di negara ini, yang diperkirakan akan memiliki efek berkelanjutan di pasar.

Meningkatnya permintaan terhadap pembelajaran secara daring mendorong pertumbuhan masif bagi platform-platform EdTech terkemuka di Indonesia. Dua produk EdTech yang paling populer menawarkan sistem manajemen pembelajaran untuk kolaborasi guru-siswa dan manajemen pengajaran daring, serta alat ruang kelas interaktif untuk menyelenggarakan sesi pembelajaran secara langsung dan interaktif, seperti G-Suite for Education, Microsoft for Education, Zoom, dll.

Namun, tidak semua peserta ajar dapat mengakses EdTech, karena sistem pendidikan Indonesia belum siap untuk menambah pembelajaran secara daring dengan cepat. Banyak murid di pedesaan tidak memiliki konektivitas, dan banyak murid berpendapatan rendah yang tidak memiliki akses ke perangkat yang diperlukan untuk menggunakan alat EdTech. Ini berbanding terbalik dengan opsi teknologi rendah seperti televisi: 95% murid mengakses TV di minggu sebelumnya (96.6% di perkotaan dan 92.3% di pedesaan) menurut data dari Survei Sosio-ekonomi Nasional (SUSENAS) 2018 Untuk membantu mengatasi berbagai hal terkait ekuitas dalam akses, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program pendidikan yang disebut dengan Belajar dari Rumah di televisi nasional pada tanggal 13 April.

Meskipun permintaan meningkat, sektor EdTech di Indonesia menghadapi hambatan untuk mengulangi kesuksesan teknologi yang telah terjadi pada sektor lain maupun di negara lain.
Hambatan di sisi suplai antara lain:

  • Sulit mengakses pendanaan
  • Biaya marjinal yang tinggi, khususnya untuk memperoleh dan mempertahankan pelanggan baru
  • Kurangnya sumber daya berbakat untuk mengembangkan dan memelihara produk.

Hal ini ditambah dengan hambatan di sisi permintaan, antara lain:

  • Rendahnya keinginan untuk membayar dari sekolah dan orangtua
  • Kurangnya literasi digital, khususnya di sisi penyedia pendidikan
  • Infrastruktur digital yang kurang baik, yang membatasi konektivitas di wilayah pelosok dan kecepatan unduh di seluruh Indonesia.

Yang semakin memperumit hambatan di atas adalah tumpang tindih tanggung jawab antara pemerintah daerah dan pusat dalam hal instrumen pendidikan baru, diikuti dengan terbatasnya kapasitas sistem pendidikan umum serta sedikitnya insentif untuk menghargai potensi produk-produk EdTech. Selain itu, regulasi perlindungan konsumen yang kurang berkembang di Indonesia, khususnya terkait keamanan dan privasi data, dapat membahayakan data siswa dan sekolah.
Beberapa opsi yang dapat membantu mengatasi hambatan ini.

(1)    Pemerintah Indonesia dapat menetapkan standar untuk privasi dan keamanan data terkait produk EdTech. Hal tersebut telah menjadi persoalan besar di negara lain dan berkontribusi menimbulkan reaksi negatif terhadap EdTech di sejumlah tempat.

(2)    Perusahaan EdTech dapat bermitra dengan akademisi dan pemerintah untuk menetapkan standar bagi performa dan efektivitas biaya, serta mengevaluasi beberapa produk terkemuka secara transparan dan ketat.

(3)    Pemerintah dapat terus berinvestasi untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas digital, khususnya di wilayah yang kurang berkembang dan masyarakat yang kurang beruntung.

(4)    Langkah penting lainnya adalah meningkatkan kepercayaan calon pelanggan terhadap alat belajar dan mengajar baru ini, sehingga dapat meningkatkan kemauan mereka untuk membayar. Ini akan memerlukan dukungan lebih lanjut bagi pengembangan startup EdTech, dengan memanfaatkan dukungan organisasi-organisasi yang membantu startup.

(5)    Perlu adanya interaksi timbal balik yang lebih efektif antara sektor pemerintah dan swasta. Perusahaan swasta perlu untuk lebih memahami kebutuhan guru, sekolah dan orangtua. Sektor pemerintah perlu mengklarifikasi struktur tata kelolanya dan mempromosikan kemitraan pemerintah-swasta untuk pengembangan produk.

(6)    Sistem pendidikan negeri dapat bermitra dengan perusahaan EdTEch untuk meningkatkan kemampuan guru untuk menyampaikan konten yang berfokus pada teknologi. Kemitraan yang efektif dengan perusahaan EdTech juga dapat membantu pendidikan negeri untuk memperbarui konten kurikulum nasional, yang berhubungan dengan teknologi sekaligus topik-topik lain. Kemitraan ini juga dapat mendukung pembelajaran siswa di kala terjadi krisis lain yang membatasi kemampuan siswa untuk mengakses sekolah, sehingga meningkatkan ketahanan sistem pendidikan secara keseluruhan.

Related Article :

cara mengendalikan emosi secara psikologi dan pandangan agama

Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan Pandangan Agama

Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi serta dalam Pandangan agama – Emosi artinya bagian krusial dalam kehidupan insan sehari-hari. Emosi tertawa saat engkau membaca pesan yang lucu atau emosi kesal ketika terjebak kemacetan di jalan, pasang surut emosi yg dialami dapat mempengaruhi kehidupan seorang manusia.Cara Mengendalikan Emosi Secara
Kemampuan seorang dalam mengontrol emosi jua sangat mensugesti cara orang lain memandang seseorang. misalnya, Bila kamu tertawa membaca pesan tadi ketika sedang kedap bersama rekan kerja lainnya, tentunya engkau akan menerima tatapan kesal berasal orang-orang tersebut.Cara Mengendalikan Emosi Secara

Studi wacana emosi memang bukan ilmu yang absolut, para psikolog masih memperdebatkan hubungan antara tubuh-pikiran menggunakan perasaan emosi. buat mengenal emosi lebih dekat, simak goresan pena di bawah ini serta ketahui cara mengendalikan emosi berasal pandangan agama.Cara Mengendalikan Emosi Secara

Emosi ialah respons otak yg instan, kita tak dapat memilihnya. kemudian, kapan emosi menjadi destruktif? Sains mengatakan bahwa semua emosi itu ialah hal yang wajar, emosi menjadi destruktif waktu emosi tersebut tidak diungkapkan dengan sempurna.
misalnya, insan akan merasa sedih Jika ditinggalkan oleh orang yg krusial dalam hidupnya serta itu ialah hal yg masuk akal, tetapi orang yg depresi akan merasakan kesedihan itu dengan cara yang tidak pantas.Cara Mengendalikan Emosi Secara

Peta berasal emosi merupakan representasi visual dari apa yang telah dipelajari sang para peneliti. Hal ini membantu kita menyadari emosi kita, bagaimana emosi tadi dipicu, mirip apa perasaannya dan bagaimana cara menanggapinya.

Emosi insan berada dalam sebuah garis ketika, emosi dimulai dengan pemicu yg memulai pengalaman emosional dan berakhir dengan membuat respons. Pemicunya terjadi pada konteks yang ditentukan oleh keadaan serta perasaan kita.

Stimulus atau pemicu emosi yang sama dapat menimbulkan emosi yg tidak sinkron. misalnya, kita memendam perasaan kesal ketika di kantor, saat di tempat tinggal kita meluapkan emosi menggunakan meneriaki anggota keluarga pada rumah. Penekananan emosi ini bisa menjadi destruktif Bila tidak diselesaikan menggunakan berbicara pada diri sendiri.

B. Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi
berdasarkan Gross serta Hooria Jazairi (2014) Ketidakmampuan untuk mengatur emosi ialah akar dari gangguan psikologis mirip depresi serta gangguan kepribadian lain. Meskipun perlu penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Untungnya, seorang bisa menangani dalam mengatur emosi yang baik, bahkan sebelum situasi yg tidak diinginkan terjadi. dengan mempersiapkan diri, seorang akan bisa menemukan bahwa emosi yang bermasalah wajib dihilangkan sebelum merusak kehidupan orang tersebut.dengan melatih diri, engkau dapat mengganti hal negatif menjadi positif dan secara tidak eksklusif engkau akan mendapatkan kepuasaan secara emosional.

1. menentukan situasi
Hindari keadaan yang dapat memicu emosi. Terlebih emosi yang tidak kamu inginkan. Bila engkau memahami bahwa kemungkinan akbar akan murka ketika sedang terburu-buru atau waktu sedang menunggu seseorang maka persiapkanlah hal itu di awal.
Keluarlah berasal rumah atau suatu daerah lebih cepat sebagai akibatnya engkau tidak akan murka atau terasa buru-buru. Bila engkau akan marah waktu akan menunggu seseorang, bicarakan dengan seseorang tersebut buat tiba tepat ketika, Jika tidak engkau mampu menghindari untuk bertemu dengannya.

2. Memodifikasi situasi
Mungkin kamu ingin coba mengurangi rasa kecewa. contohnya waktu engkau berharap buat membentuk acara ulang tahun yg tepat buat sahabat atau famili, namun selalu saja ada hal yg tak beres bagimu.

Mungkin saja engkau memberikan target terlalu tinggi. Cobalah ubah situasi menggunakan mencari cara yg sesuai menggunakan kemampuanmu sebagai akibatnya program bisa selesai sinkron menggunakan yg engkau inginkan. engkau juga bisa menaruh sasaran atau asa yg tidak terlalu tinggi. menggunakan begini, kamu tidak akan merasa kecewa menggunakan apa yg kamu harapkan.

3. Alihkan penekanan perhatian
misalnya, engkau secara Terus menenur merasa rendah menggunakan orang-orang yg ada di sekitarmu. engkau selalu menganggap orang-orang lebih hebat daripada kamu.
kamu selalu memperhatikan orang lain saat berada pada gym, kamu selalu iri waktu rekan kerjamu menerima kenaikan pangkat . engkau selalu merasa tertarik pada mereka seperti magnet, kamu selalu merasa heran serta iri pada apa yang seorang bisa capai.

Bila begitu, coba alihkan fokus mu asal mereka, cobalah fokus buat diri sendiri atau hal-hal lain. sehingga engkau bisa merasakan lebih percaya diri dengan kemampuanmu. rasakan prosesmu sendiri sehingga kamu merasa bangga di dirimu sendiri.

4. Ubah pemikiran
Inti berasal emosi terdalam kita adalah sebuah keyakinan yg mendorongnya. kamu merasa sedih waktu engkau yakin telah kehilangan sesuatu, murka ketika menetapkan bahwa tujuan kamu sudah gagal.

Related Article :

aturan covid-19 makin longgar siapa yang sudah tidak sabar copot masker

Aturan COVID-19 Makin Longgar, Siapa Yang Sudah Tidak Sabar Copot Masker?

Pemerintah sudah memperbarui sejumlah hukum sebagai kondisi perjalanan domestik melalui udara, laut, hingga darat. Para pelaku bepergian domestik kini tak perlu lagi memberikan hasil tes COVID-19 PCR maupun antigen menjadi kondisi bepergian seluruh moda transportasi dari telah vaksinasi lengkap.Aturan COVID-19 Makin Longgar

Lantas, benarkah pelonggaran ini pula akan berlanjut pada pelonggaran aturan harus masker atau protokol kesehatan lainnya? pada konferensi pers, Selasa (8/tiga/2022), juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa protokol kesehatan mirip menggunakan masker tidak serta merta ikut diperlonggar.
Meskipun demikian, dirinya tidak menutup kemungkinan pelonggaran tadi bakal dilakukan Bila situasi sudah jauh membaik.Aturan COVID-19 Makin Longgar

“Kita memahami pelonggaran protokol kesehatan itu kan bisa saja contohnya jaga jeda, contohnya pada aktivitas-aktivitas eksklusif mirip aktivitas pada kawasan ibadah,
aneka macam pelonggaran ini pun menuai pro-kontra asal kalangan warga , terutama menyangkut penggunaan masker. Aturan COVID-19 Makin Longgar

Gerald (21), karyawan berasal Jambi ikut merespons ihwal terkait perihal pelonggaran masker.ia pun tidak setuju Bila pemerintah sahih-benar buru-buru melonggarkan aturan ihwal masker.Aturan COVID-19 Makin Longgar

Menurutnya, penularan COVID-19 sangat cepat menular waktu poly orang memakai masker, apalagi Jika tak jarang dibuka.
Senada menggunakan Gerald, Hanifa (21), karyawan dari Jakarta pula tak setuju jika pemerintah nantinya akan memberlakukan pelonggaran penggunaan masker.

Menurutnya, seorang yg sudah vaksin 2 kali serta menerapkan protokol kesehatan masih mampu terkena COVID-19, apalagi harus membuka masker.
Begitu jua dengan Ratna (21), karyawan dari Bogor yang tidak sepakat dengan pelonggaran penggunaan masker.

beliau menyorot sistem gunakan-lepas masker yg diterapkan seorang saat makan di restoran masih mampu memicu penyebaran COVID-19.

Related Article :

hari wanita internasional 2022 angkat tema breakthebias ini makna dan tujuan kampanye