Cybercrime di Era Industri 4.0

Informatika Kriminal dikembangkan dengan cara baru di Era Industri 4.0. Munculnya teknologi baru memiliki peluang baru untuk penjahat dunia maya, datang ke identitas selanjutnya, phishing, serangan malware, dan banyak lagi. Cybercrime di Era Industri 4.0

Namun demikian, keamanannya, keamanannya, dan satu individu yang rentan terhadap masalah ini. Banyak organisasi yang sangat kuat untuk mengembangkan strategi dan teknik baru untuk melindungi diri dari kejahatan informatika.Cybercrime di Era Industri 4.0

Karakteristik Cybercrime
Seperti yang kita ketahui, cybercrime memiliki karakteristik diantaranya, yaitu:
Cybercrime memiliki ruang lingkup yang bersifat global dan melampaui batas sehingga kita sangat sulit untuk mengidentifikasi pelaku.Cybercrime di Era Industri 4.0

Selain itu, sifat kejahatan cybercrime tidak menimbulkan kekacauan yang mudah kita lihat.perilaku kejahatan dari cybercrime tidak mengenal usia dan bersifat universal.Umumnya, jenis kerugian yang ditimbulkan dapat berupa material maupun nonmaterial.

Jenis-jenis Cybercrime
Seperti yang kita ketahui cybercrime memiliki beberapa jenis, yaitu :
1. Hacking
Jenis cybercrime ini dilakukan dengan cara meretas sistem komputer korban tanpa persetujuan kita. Umumnya, tujuan pelaku melakukan kejarahan virtual ini untuk mencari data pribadi kita, merusak sistem komputer, atau bahkan membocorkan data kita ke publik.

2. Phishing
Jenis cybercrime satu ini merupakan aktivitas yang bertujuan untuk mengelabui kita dengan cara mengirimkan tautan menuju sebuah web palsu, dan web tersebut menyerupai tampilan web aslinya. Setelah itu, pelaku bisa mendapatkan informasi pribadi kita dan memanfaatkannya.

3. Skimming
Jenis cybercrime yang satu ini berhubungan dengan pencurian data perbankan. Tindak kejahatan ini memanfaatkan kartu debit atau kredit yang terhubung dengan ponsel kita.

4. Ransomware
Jenis cybercrime satu ini memanfaatkan sebuah software untuk melakukan tindak kejahatan. Umumnya, ransomware dilakukan dengan cara memasukan virus yang dapat mengunci data kita. Dan, pelaku meminta tebusan agar file data kita bisa dibuka kembali.

Metode Cybercrime
Mengutip dari buku Komunikasi dan Komunikasi Digital oleh Pipit Eko Priyono dan buku Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Sunarto, beberapa metode yang umum digunakan pelaku dalam melancarkan aksi cybercrime adalah sebagai berikut :
1. Sniffing
Metode ini dilakukan dengan cara mencuri data kita melalui lalu lintas jaringan. Umumnya, perangkat yang digunakan untuk melakukan sniffing, yaitu packet sniffer atau aplikasi yang berfungsi untuk menangkap paket jaringan.

2. Destructive Device
Metode cybercrime ini berbeda dengan yang sebelumnya, destructive device merupakan tindak kejahatan siber yang bertujuan untuk merusak perangkat kita melalui media berupa virus yang disisipkan ke dalam sebuah program.

3. Password Cracker
Tindak kejahatan satu ini adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara meretas atau membobol kata sandi kita. Umumnya, untuk melakukan tindakan kejahatan ini diperlukan sebuah perangkat khusus yang bisa membuka enkripsi program.

4. DDoS (Distributed Denial of Attacks)
Metode kejahatan satu ini dilakukan dengan cara menyerang server komputer atau jaringan kita. Setelah itu, pelaku akan menguras sumber daya yang berada pada server jaringan kita dan dapat mengakibatkan server jaringan kita tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

5. Spoofing
Metode cybercrime satu ini sangat merugikan karena selain mencuri data kita, pelaku juga mengirimkan sebuah malware berbahaya yang dapat merusak perangkat kita.
Solusi Penanggulangan Cybercrime
Semakin berkembangnya teknologi di era Revolusi Industri 4.0, semakin besar konsekuensi yang kita hadapi untuk permasalahan cybercrime. Menurut sumber yang sama, terdapat beberapa cara penanggulangan cybercrime, di antaranya :

Kita yang memiliki sebuah jaringan komputer harus meningkatkan sistem pengamanan jaringan kita. Salah satu caranya yaitu mengaktifkan Firewall pada komputer kita untuk mencegah serangan dari luar yang dapat mengambil data kita.

Di dalam perangkat jaringan kita pasti terdapat informasi penting yang kita beri kata sandi. Upaya tersebut adalah salah satu penanggulangan cybercrime, tetapi kata sandi tersebut harus dirubah dengan enskripsi yang rumit secara berkala. Sebagai contoh pembuatan kata sandi dengan mengandung huruf besar (A,B,C), huruf kecil (a,b,c), angka (0,1,2,3,..9), dan menggunakan karakter unik yang ada pada keyboard (~.#,&).

Kita sudah mengetahui beberapa informasi terkait cybercrime yang dijabarkan sebelumnya, tetapi kita harus lebih meningkatkan pemahaman mengenai informasi cybercrime dengan cara memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin.

Kesimpulan
Teknologi dalam industri 4.0 sudah sangat berkembang sekarang. Tidak menutup kemungkinan akan berakibat kepada kejahatan di dunia maya, yaitu cybercrime. Cybercrime merupakan kejahatan yang tidak terlihat, namun dampak dari cybercrime sangat terasa. Jadi, kita perlu waspada terhadap kejahatan siber ini.

Related Article :

Mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif bagi siswa

Tinggalkan Balasan